Selamat malam,
Pada postingan kali ini saya akan
membahas salah satu masalah di kota-kota besar di Indonesia, tepatnya di Kota
Bandung. Saya akan membahas tentang
masalah pengolahan sampah. Seperti yang
kita ketahui bahwa isu tentang pengolahan sampah ini menjadi isu yang
sensitif.
Dari data yang saya dapat volume
sampah yang diproduksi di empat Kabupaten/Kota di Bandung Raya mencapai hampir
5.000 ton per hari dan terus bertambah dari tahun ke tahun. Dibutuhkan revolusi sosial-budaya selain
pilihan teknologi yang tepat untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang serius ini.
Dari 5.000 ton sampah, sekitar
1.800 ton diantaranya saat ini dikirim ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Sisanya, dalam persantase yang relatif kecil
diolah dengan berbagai cara, mulai dari pengomposan hingga daur ulang. Sedangkan sisa sampah yang lain juga akan
dibakar dan dibuang, terutama ke sungai.
Melihat komposisi sampah yang sebagian
besar adalah sisa-sisa makanan atu sampah dapur, maka sampah jenis ini akan
cepat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme yang berlimpah dialam ini.
Cara inilah yang sebetulnya dikembangkan oleh manusia dalam bentuk pengomposan
dan biogasifikasi. Di Bandung sendiri,
dengan kondisi kelembaban udara dan temperature udara yang relative tinggi,
maka kecepatan mikroorganisme dalam ‘memakan’ sampah yang besifat hayati ini
akan lebih cepat pula. Selain untuk mengatasi masalah sampah teknik pengomposan
dan biogasifikasi ini juga dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat
Bandung. Hasil dari pengomposan yang
berupa pupuk dapat dijual untuk keperluan para petani. Semakin besar suatu rumah produksi kompos
tentunya akan menjadi lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.
Untuk sampah plastik atau sampah
anorganik dapat diatasi dengan cara daur ulang.
Sampah seperti botol, kertas, maupun plastik dapat didaur ulang menjadi
barang yang fungsional dan ekonomis.
Masyarakat juga bisa menjadikan daur ulang ini menjadi lahan industri
kreatif, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
No comments:
Post a Comment